Konten yang viral belum tentu menghasilkan profit.
Webinar ini dirancang untuk membantu peserta memahami strategi membangun konten sosial media yang efektif, relevan, dan berkelanjutan. Peserta akan belajar bagaimana menyusun konten yang tidak hanya menarik perhatian audiens, tetapi juga mampu mendukung pertumbuhan brand, engagement, dan hasil bisnis.
Topik: Social Media Zero to Hero
Narasumber: Rosyida Salsabila, S.Psi — Senior Social Media
Track Record Narasumber:
Founder of Rosecreativehub
TikTok Creator with 47.5K Followers
Managed 52+ Brands
Hari/Tanggal: Sabtu, 4 April 2026
Pukul: 10.00–12.00 WIB
Platform: Zoom
Apa yang Akan Anda Pelajari?
Memahami dasar strategi konten sosial media yang efektif
Mengenali jenis konten yang berpotensi menarik audiens dan meningkatkan engagement
Menyusun konten yang tidak hanya viral, tetapi juga profitable
Membangun arah konten yang konsisten dan relevan untuk jangka panjang
Mengoptimalkan sosial media untuk kebutuhan brand, bisnis, maupun personal branding
Surabaya, 4 April 2026 — Universitas Ciputra kembali menghadirkan webinar inspiratif bertajuk “Social Media Zero to Hero” yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Sabtu, 4 April 2026 pukul 10.00–12.00 WIB. Webinar ini menghadirkan Rosyida Salsabila, S.Psi, seorang Senior Social Media sekaligus Founder of Rosecreativehub, TikTok Creator dengan 47.5K followers, dan telah menangani lebih dari 52 brand.
Webinar ini dirancang untuk menjawab tantangan dunia digital saat ini, di mana banyak konten berhasil viral, tetapi belum tentu mampu memberikan dampak nyata bagi brand maupun bisnis. Melalui materi yang dibawakan, peserta diajak memahami bahwa social media bukan hanya soal rajin posting, melainkan tentang bagaimana membangun makna, koneksi, dan impact yang relevan dengan audiens.
Dalam pemaparannya, Rosyida menegaskan bahwa strategi social media yang efektif harus dimulai dari pemahaman terhadap manusia. Dengan latar belakang psikologi dan pengalaman lebih dari empat tahun menangani berbagai brand, Rosyida menjelaskan bahwa konten tidak cukup hanya menarik secara visual, tetapi juga harus mampu menyentuh pain point, rasa takut, kebutuhan, dan keinginan audiens. “Social media is not content. It’s behavior. It’s emotion. It’s psychology,” menjadi salah satu pesan kuat yang disampaikan dalam materi webinar.
Salah satu pembahasan utama dalam webinar ini adalah pentingnya 3 detik pertama dalam sebuah konten. Berdasarkan materi yang disampaikan, bagian awal konten sangat menentukan apakah audiens akan lanjut menonton atau langsung melewati konten tersebut. Karena itu, peserta diajak untuk memahami pentingnya hook yang kuat, jelas, dan relevan agar konten mampu bertahan di tengah padatnya informasi di media sosial.
Rosyida juga membahas beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan dalam pengelolaan media sosial, seperti terlalu cepat menjual produk, membuat konten yang terlalu brand-centered, hanya mengejar estetika, hingga posting tanpa strategi yang jelas. Menurutnya, konten yang cantik belum tentu efektif apabila tidak dibangun berdasarkan tujuan, insight, dan kebutuhan audiens.
Selain itu, webinar ini juga menekankan bahwa konten yang berhasil bukanlah konten yang paling sempurna, melainkan konten yang terasa personal. Storytelling menjadi salah satu kunci penting karena audiens cenderung merasakan terlebih dahulu sebelum akhirnya berpikir dan mengambil keputusan. Konten dengan unsur manusia, cerita, dan pengalaman nyata dinilai lebih mudah membangun kedekatan serta meningkatkan engagement.
Dalam sesi materi, Rosyida turut membagikan framework sederhana dalam membangun strategi konten, yaitu dimulai dari menentukan tujuan, memahami audiens, membangun sistem konten, mengeksekusi dengan jelas, lalu melakukan evaluasi dan iterasi secara berkelanjutan. Framework ini membantu peserta melihat bahwa social media bukan sekadar aktivitas harian, tetapi sebuah proses strategis yang harus terus dikembangkan.
Webinar ini juga mengajak peserta untuk tidak terjebak pada kuantitas konten. Di akhir sesi, Rosyida memberikan pesan penting bahwa brand tidak selalu membutuhkan lebih banyak konten, melainkan konten yang lebih relevan. Pergeseran yang perlu dilakukan adalah dari sekadar posting menuju positioning, dari content menuju connection, dan dari noise menuju meaning.
Melalui webinar Social Media Zero to Hero, peserta mendapatkan pemahaman baru bahwa strategi media sosial yang kuat harus mampu menggabungkan kreativitas, psikologi audiens, data, storytelling, dan konsistensi. Dengan pendekatan tersebut, konten tidak hanya berpotensi viral, tetapi juga mampu mendukung pertumbuhan brand, meningkatkan engagement, serta memberikan dampak bisnis yang lebih nyata.