Tidak semua ide terbaik otomatis menjadi keputusan.
Webinar ini dirancang untuk membantu peserta memahami bagaimana keputusan penting di organisasi sebenarnya terbentuk, bukan hanya karena data, analisis rasional, atau jabatan formal, tetapi juga karena dinamika pengaruh, jaringan informal, kepentingan stakeholder, dan cara ide disampaikan. Peserta akan belajar membaca peta pengaruh dalam organisasi, membangun kredibilitas secara etis, serta menyampaikan gagasan dengan lebih strategis agar lebih didengar dan berdampak pada pertumbuhan karier.
Topik:Executive Decision & Power Dynamics: Navigating Influence in Complex Organizations
Narasumber: Laij Victor Effendi, S.E., M.M. — General Manager Human Capital Management Higher Education
Apa yang Akan Anda Pelajari?
Memahami mengapa keputusan organisasi tidak selalu sepenuhnya rasional
Mengenali perbedaan antara wewenang formal dan pengaruh nyata di tempat kerja
Membaca peta pengaruh, stakeholder kunci, dan jaringan informal dalam organisasi
Menyampaikan ide secara lebih strategis agar lebih mudah diterima
Membangun pengaruh secara etis untuk mendukung pertumbuhan karier
Surabaya, 11 April 2026 — Universitas Ciputra kembali menghadirkan webinar pengembangan diri dan karier bertajuk “Executive Decision & Power Dynamics: Navigating Influence in Complex Organizations”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Sabtu, 11 April 2026 pukul 10.00–12.00 WIB, dengan menghadirkan Laij Victor Effendi, S.E., M.M., selaku General Manager Human Capital Management Higher Education.
Webinar ini mengangkat topik yang sangat relevan dengan dunia kerja modern, khususnya bagi para profesional yang ingin memahami bagaimana keputusan penting dalam organisasi sebenarnya terbentuk. Dalam sesi ini, peserta diajak melihat bahwa keputusan di perusahaan atau institusi tidak selalu lahir hanya dari data, analisis rasional, atau jabatan formal. Ada faktor lain yang sering kali tidak terlihat, seperti dinamika pengaruh, jaringan informal, kepentingan stakeholder, persepsi, kepercayaan, hingga cara sebuah ide dibingkai dan disampaikan.
Dalam pembukaannya, narasumber mengajak peserta memahami proses ideal pengambilan keputusan yang umumnya dimulai dari data, analisis, diskusi, keputusan, hingga implementasi. Namun, dalam praktiknya, organisasi tidak hanya berjalan berdasarkan struktur formal. Ada sistem lain yang juga sangat menentukan, yaitu informal influence system atau sistem pengaruh informal yang bekerja melalui relasi, kepercayaan, reputasi, dan koneksi antarindividu. Materi webinar menekankan bahwa organisasi beroperasi dalam dua sistem: struktur formal sebagai desain organisasi, dan sistem pengaruh informal sebagai cara organisasi benar-benar berjalan.
Salah satu poin menarik yang dibahas adalah mengapa ide yang sama bisa menghasilkan keputusan yang berbeda. Sebuah proposal dapat ditolak atau diterima bukan semata-mata karena kualitas idenya, tetapi karena siapa yang menyampaikan, kapan ide itu diajukan, siapa yang mendukung, dan apakah ide tersebut dianggap sebagai peluang atau justru ancaman. Melalui pembahasan ini, peserta diajak untuk memahami bahwa dalam organisasi, keputusan tidak hanya bersifat logis, tetapi juga sosial.
Narasumber juga menjelaskan bahwa keputusan organisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor manusiawi, seperti interest, perception, trust, dan risk. Artinya, sebelum sebuah ide diterima, para pengambil keputusan biasanya akan mempertimbangkan siapa yang diuntungkan, bagaimana ide tersebut dipersepsikan, apakah orang yang mengusulkan cukup dipercaya, dan risiko apa yang mungkin muncul apabila keputusan tersebut gagal.
Selain faktor manusiawi, webinar ini juga membahas beberapa pendorong tersembunyi dalam executive decision, seperti political capital, informal alliances, risk framing, dan power asymmetry. Political capital berkaitan dengan reputasi, kredibilitas, rekam jejak, dan hubungan dengan pemimpin. Informal alliances berbicara tentang dukungan diam-diam, jaringan internal, serta keselarasan yang tidak selalu tertulis. Risk framing menentukan apakah sebuah ide dilihat sebagai peluang strategis atau risiko besar. Sementara power asymmetry menunjukkan bahwa dalam organisasi, tidak semua suara memiliki bobot yang sama.
Dalam sesi berikutnya, peserta diajak untuk membaca struktur kekuasaan yang sebenarnya dalam organisasi. Tidak cukup hanya mengetahui siapa atasan atau pemegang jabatan formal, seorang profesional juga perlu memahami siapa decision maker, siapa influencer, siapa connector, dan siapa yang berpotensi menjadi blocker. Dengan memahami peta pengaruh ini, seseorang dapat menyampaikan ide dengan lebih tepat, membangun dukungan lebih awal, dan mengantisipasi hambatan yang mungkin muncul.
Webinar ini juga menekankan pentingnya membangun pengaruh secara etis. Pengaruh bukanlah manipulasi, melainkan kemampuan menyelaraskan kepentingan, membangun kepercayaan, menjaga reputasi, dan membingkai ide secara jujur tanpa mendistorsi fakta. Narasumber menegaskan bahwa trust merupakan “mata uang” utama dalam membangun pengaruh. Semakin besar kepercayaan yang dimiliki seseorang, semakin besar pula peluang idenya untuk didengar dan dipertimbangkan.
Dari sisi pengembangan karier, materi webinar menjelaskan perjalanan seorang profesional dari contributor, menjadi influencer, hingga akhirnya mampu menjadi decision shaper. Pada tahap contributor, seseorang fokus pada eksekusi, kompetensi, dan hasil kerja. Namun untuk bertumbuh lebih jauh, seseorang perlu membangun relasi, memahami stakeholder, dan memposisikan ide secara efektif. Pesan penting yang disampaikan adalah bahwa kompetensi dapat membuat seseorang diperhatikan, tetapi pengaruh yang sehat dan strategislah yang dapat mendorong pertumbuhan karier.
Melalui webinar Executive Decision & Power Dynamics, peserta mendapatkan pemahaman bahwa ide terbaik tidak selalu otomatis menang. Ide yang berdampak perlu didukung oleh strategi komunikasi, pemahaman terhadap stakeholder, timing yang tepat, kredibilitas, dan kemampuan membaca dinamika organisasi. Webinar ini menjadi ruang belajar yang penting bagi para profesional untuk tidak hanya menjadi pelaksana yang kompeten, tetapi juga pribadi yang mampu membentuk keputusan secara etis dan bertanggung jawab.
Sebagai penutup, webinar ini mengingatkan bahwa influence shapes decisions, responsibility defines leadership. Pengaruh dapat membantu seseorang membawa ide menuju keputusan, tetapi tanggung jawab tetap menjadi fondasi utama dalam kepemimpinan yang matang.