
SURABAYA – Universitas Ciputra Online Learning menggelar Business Talk bertajuk “Thinking Like a Director: Strategic Leadership in Organizations” pada Senin, 27 Juli 2026. Kegiatan yang disiarkan melalui kanal YouTube UC Online Learning tersebut mengajak peserta memahami pentingnya kepemimpinan strategis dalam menghadapi dinamika organisasi. alk ini menghadirkan Sherly Tano, S.T., Chief Technical Director Panbil Group, dan Dr. Arti Indira, M.Gz., Sp.GK., FINEM, Director PT Aesthetica Indah Gemilang. Sesi dipandu oleh Yuli Kartika Dewi, S.E., M.M., Ph.D., CIMA. para direktur yang juga merupakan mahasiswa UC Online Learning tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat bagaimana teori manajemen dan kepemimpinan diterapkan dalam dunia profesional. pinan Strategis Bukan Sekadar Mengelola Pekerjaan
Seorang direktur tidak hanya bertanggung jawab memastikan pekerjaan selesai. Ia juga harus mampu membaca perubahan, menentukan prioritas, mengelola sumber daya, dan menjaga agar keputusan setiap bagian tetap sejalan dengan tujuan organisasi.
Inilah yang membedakan kepemimpinan strategis dengan pola kepemimpinan yang hanya berfokus pada kegiatan operasional. Pemimpin strategis perlu melihat organisasi sebagai satu kesatuan dan memahami hubungan antara kondisi pasar, kebutuhan pelanggan, kemampuan tim, risiko bisnis, serta rencana jangka panjang perusahaan.
Dalam praktiknya, cara berpikir strategis membuat seorang pemimpin tidak hanya bertanya, “Apa yang harus diselesaikan hari ini?”, tetapi juga mempertimbangkan, “Apa dampak keputusan ini bagi organisasi pada masa mendatang?”
Konsep kepemimpinan strategis sendiri mencakup kemampuan untuk memvisualisasikan masa depan, menyusun rencana, mengarahkan organisasi, dan memanfaatkan sumber daya secara efektif dalam menjalankan strategi. ilan Keputusan Harus Melihat Dampak Jangka Panjang
Semakin tinggi posisi seseorang dalam organisasi, semakin besar pula konsekuensi dari keputusan yang diambil. Sebuah keputusan dapat memengaruhi penggunaan anggaran, produktivitas tim, pengalaman pelanggan, reputasi perusahaan, hingga keberlanjutan bisnis.
Karena itu, pengambilan keputusan strategis tidak cukup hanya didasarkan pada persoalan yang terlihat di permukaan. Pemimpin perlu mengumpulkan informasi, menilai risiko, mempertimbangkan berbagai alternatif, dan memahami dampak lanjutan dari setiap pilihan.
Namun, berpikir strategis bukan berarti menunggu seluruh informasi tersedia secara sempurna. Dalam dunia bisnis yang bergerak cepat, pemimpin juga harus berani mengambil keputusan di tengah ketidakpastian, kemudian mengevaluasi hasilnya dan melakukan penyesuaian apabila diperlukan.
Literatur mengenai strategic leadership menempatkan kemampuan mengantisipasi, menafsirkan situasi, mengambil keputusan, membangun keselarasan, dan terus belajar sebagai keterampilan penting seorang pemimpin. asi Menghubungkan Strategi dengan Eksekusi
Strategi yang baik tidak akan menghasilkan perubahan apabila hanya dipahami oleh jajaran direktur. Pemimpin harus mampu menerjemahkan visi organisasi menjadi tujuan dan arahan kerja yang jelas bagi setiap anggota tim.
Komunikasi dalam kepemimpinan bukan sekadar menyampaikan instruksi. Pemimpin juga perlu membuka ruang diskusi, mendengarkan masukan, menjelaskan alasan di balik keputusan, serta memastikan setiap anggota memahami kontribusinya terhadap tujuan yang lebih besar.
Kejelasan komunikasi membantu organisasi mengurangi kesalahpahaman sekaligus memperkuat koordinasi antartim. Anggota organisasi tidak hanya mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi juga memahami mengapa pekerjaan tersebut penting.
Delegasi Membantu Organisasi Bertumbuh
Tantangan lain dalam kepemimpinan adalah kecenderungan seorang pemimpin untuk menangani terlalu banyak pekerjaan secara langsung. Padahal, seorang direktur perlu membangun sistem yang membuat organisasi tetap berjalan tanpa bergantung pada satu individu.
Delegasi bukan hanya memindahkan pekerjaan kepada anggota tim. Pemimpin perlu menetapkan tujuan, membagikan tanggung jawab secara tepat, memberikan sumber daya, dan membangun kepercayaan agar tim mampu mengambil keputusan sesuai kapasitasnya.
Proses tersebut juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pemimpin berikutnya. Organisasi yang sehat tidak hanya memiliki satu pemimpin yang kuat, tetapi juga mampu mengembangkan orang-orang yang siap menerima tanggung jawab lebih besar.
Pemimpin Harus Adaptif Menghadapi Perubahan
Perubahan teknologi, perilaku konsumen, dan persaingan bisnis membuat organisasi tidak dapat terus menggunakan pendekatan yang sama. Strategi yang berhasil pada masa lalu belum tentu tetap relevan untuk menghadapi tantangan berikutnya.
Pemimpin strategis harus mampu membaca perubahan tanpa kehilangan arah utama organisasi. Ia perlu membedakan tren yang bersifat sementara dengan perubahan yang benar-benar dapat memengaruhi industri.
Kemampuan beradaptasi tersebut membutuhkan keberanian untuk mengevaluasi strategi, menerima perspektif baru, dan melakukan inovasi. Pemimpin juga perlu membangun budaya kerja yang membuat anggota tim tidak takut menyampaikan ide maupun mengidentifikasi masalah.
Menghubungkan Pembelajaran dengan Pengalaman Industri
Melalui Business Talk “Thinking Like a Director”, UC Online Learning menghadirkan ruang pembelajaran yang menghubungkan konsep kepemimpinan dalam organisasi dengan pengalaman praktis para profesional.
Format pembelajaran bersama praktisi membantu mahasiswa dan peserta memahami bahwa kepemimpinan strategis tidak hanya dibentuk melalui teori. Kemampuan tersebut juga berkembang melalui pengalaman mengambil keputusan, mengelola tim, menyelesaikan konflik, serta menghadapi perubahan dalam dunia bisnis.
Pada akhirnya, berpikir seperti seorang direktur tidak harus menunggu seseorang memperoleh jabatan tertentu. Pola pikir tersebut dapat mulai dibangun dengan melihat persoalan secara lebih luas, memahami konsekuensi setiap keputusan, berani menentukan prioritas, dan bertanggung jawab terhadap hasil yang dicapai bersama organisasi.
Saatnya Lanjut S2 Tanpa Harus Menunda Karier
Berpikir strategis bukan berarti menunggu seluruh informasi tersedia secara sempurna. Dalam dunia bisnis yang bergerak cepat, pemimpin juga harus berani mengambil keputusan di tengah ketidakpastian, kemudian mengevaluasi hasilnya dan melakukan penyesuaian apabila diperlukan.
Dengan sistem perkuliahan yang fleksibel, profesional tetap dapat mengembangkan kompetensi, memperluas cara pandang, dan mempelajari hal-hal yang relevan dengan pekerjaannya.
Bagi kamu yang juga ingin kuliah S2 sambil kerja, Program S2 Manajemen UC Online Learning dapat menjadi langkah untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan karier yang sedang dibangun.
UC Online Learning juga menyediakan berbagai skema beasiswa bagi calon mahasiswa yang memenuhi ketentuan. Karena kuotanya terbatas, jangan lewatkan kesempatan untuk mengecek beasiswa yang tersedia dan mempersiapkan pendaftaran lebih awal.
Daftar sekarang dan manfaatkan kesempatan beasiswa untuk memulai perjalanan S2 Manajemen bersama UC Online Learning.
Risyad Harahap
Yuli Kartika Dewi, S.E., M.M., Ph.D., CIMA.




